MAKALAH
POTENSI DI DESA TRUSMI
KECAMATAN PLERED KABUPATEN CIREBON
“SOSIOLOGI
PEDESAAN”
Makalah Ini Disusun Untuk Memenuhi Tugas
Mata Kuliah Sosiologi Pedesaan
Dosen Pembimbing : Dr. Iman Sungkawa, Ir. MM.
LOGO KAMPUS
Di
susun oleh :
KHUSNUL
KHOTIMAH
NPM
AGRIBISNIS
“ B ”
PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SWADAYA GUNUNG
JATI
CIREBON
2015
DAFTAR ISI
|
KATA PENGANTAR………………………………………………………….
|
i
|
|
DAFTAR ISI……………………………………………………………………
|
ii
|
|
BAB I PENDAHULUAN
|
|
|
A. Latar Belakang ……….…………………………………………………….
|
1
|
|
B. Rumusan Masalah…………………………………………………………..
|
2
|
|
C. Tujuan dan Manfaat………………………………………,….…………….
|
2
|
|
BAB II DASAR TEORI………….……………………………………………
|
3
|
|
BAB III PEMBAHASAN
|
|
|
A. Desa Trusmi……………….……………………………………………….
|
6
|
|
B. Potensi Desa…..……………………………………………………………
|
7
|
|
C. Perekonomian………………………………………………………………
|
9
|
|
D. Permasalahan Yang Dihadapi……………………………………………...
|
10
|
|
E. Cara Pemecahan atau Solusi……………………………………………….
|
12
|
|
F. Konsep Pengembangan…………………………………………………….
|
13
|
|
BAB IV PENUTUP
|
|
|
A. Kesimpulan………………………………………………………………..
|
14
|
|
B. Saran……………………………………………………………………….
|
14
|
|
DAFTAR PUSTAKA
|
|
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis
panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat, hidayah serta
kekuatan sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan judul “POTENSI
DI DESA TRUSMI”. Makalah ini disusun dalam rangka
memenuhi tugas mata kuliah Sosiologi Pedesaan.
Makalah ini berisi tentang :
a. Potensi
apa saja yang ada di Desa Trusmi ?.
b. Bagaimana
perkembangan perekonomian yang ada di Desa Trusmi?.
c. Apa
saja permasalahan yang ada di Desa Trusmi?.
d. Bagaimana
solusi dari permasalahan yang ada di Desa Trusmi ?.
e. Bagaimana
konsep pengembangan dari Desa Trusmi?.
Ucapan terima kasih penyusun sampaikan
kepada :
1.
Yth.
Bapak Iman Sungkawa selaku Dosen mata kuliah Sosiologi
Pedesaan, yang telah banyak membimbing dan memberikan ilmu pengetahuan kepada
penulis.
2.
Orang
tua saya, yang telah membesarkan dan mendidik saya. Saya mutlak berterima kaih
dan sekaligus meminta maaf kepada beliau berdua, karena hanya dengan dukungan
mereka berdualah saya dapat melanjutkan pendidikan saya hingga perguruan
tinggi. Penulis menyadari, tanpa Beliau berdua, mustahil penulis bisa
menjadi seperti sekarang. Begitu banyak pengorbanan yang Beliau berikan kepada penulis, dari kecil hingga saat ini.
Penulis menyadari bahwa
makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan untuk perbaikan makalah ini.
Semoga makalah ini dapat bearmanfaat
bagi pembaca sekalian.
Cirebon , Oktober 2015
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Desa, atau udik, menurut
definisi universal, adalah
sebuah aglomerasi permukiman di area perdesaan (rural). Di Indonesia, istilah desa
adalah pembagian wilayah administratif di Indonesia di bawah kecamatan,
yang dipimpin oleh Kepala Desa, sedangkan di Kutai Barat,
Kalimantan Timur disebut Kepala Kampung
atau Petinggi. Sejak diberlakukannya otonomi daerah Istilah desa dapat disebut
dengan nama lain, misalnya di Sumatera
Barat disebut dengan istilah nagari, dan di Papua dan Kutai Barat,
Kalimantan Timur disebut dengan istilah kampung.
Begitu pula segala istilah dan institusi di desa dapat disebut dengan nama lain
sesuai dengan karakteristik adat istiadat desa tersebut. Hal ini merupakan
salah satu pengakuan dan penghormatan Pemerintah terhadap asal usul dan adat
istiadat setempat. menurut Sutardjo Kartodikusuma mengemukakan sebagai berikut:
Desa adalah suatu kesatuan hukum dimana bertempat tinggal suatu masyarakat
pemerintahan tersendiri. Menurut Bintaro, desa merupakan perwujudan atau
kesatuan goegrafi ,sosial, ekonomi, politik dan kultur yang terdapat ditempat
itu (suatu daerah), dalam hubungan dan pengaruhnya secara timbal balik dengan
daerah lain.
Sedang menurut Paul H. Landis : Desa adalah
penduduknya kurang dari 2.500 jiwa. Dengan ciri ciri sebagai berikut :
a) Mempunyai pergaulan hidup yang saling kenal mengenal antara
ribuan jiwa.
b) Ada pertalian perasaan yang sama tentang kesukaan terhadap kebiasaan
c) Cara berusaha (ekonomi) adalah agraris yang paling umum yang sangat d).
dipengaruhi alam seperti : iklim, keadaan alam ,kekayaan alam, sedangkan
pekerjaan yang bukan agraris adalah bersifat sambilan. Dari defenisi tersebut,
sebetulnya desa merupakan bagian vital bagi keberadaan bangsa Indonesia. Vital
karena desa merupakan
satuan terkecil dari bangsa ini yang menunjukkan keragaman Indonesia. Selama
ini terbukti keragaman tersebut telah menjadi kekuatan penyokong bagi tegak dan
eksisnya bangsa. Dengan demikian penguatan desa menjadi hal yang tak bisa
ditawar dan tak bisa dipisahkan dari pembangunan bangsa ini secara menyeluruh.
B. Rumusan
Masalah
Berdasarkan
uraian latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan suatu masalah sebagai
berikut:
1.
Apa itu Desa Balapulang dan
letak desa Trusmi ?
2.
Potensi apa
saja yang ada di Desa Trusmi ?
3.
Bagaimana
perkembangan perekonomian di Desa Trusmi ?
4.
Apa saja
permasalahan yang ada di desa Trusmi ?
5.
Bagaimana
solusi dari permasalahan yang ada di Desa Trusmi ?
6.
Bagaimana
konsep pengembangan dari Desa Trusmi ?
C. Tujuan
dan Manfaat
1. Tujuan
ü Untuk mengetahui apa itu
Desa Trusmi dan letak desa Trusmi.
ü Untuk mengetahui potensi
apa saja yang ada di Desa Trusmi.
ü Untuk mengetahui bagaimana perkembangan
perekonomian yang ada di Desa
Trusmi.
ü Untuk mengetahui apa saja permasalahan yang ada di
Desa Trusmi.
ü Untuk mengetahui bagaimana solusi dari
permasalahan yang ada di Desa Trusmi.
ü Untuk mengetahui bagaimana konsep pengembangan
yang ada di Desa Trusmi.
2. Manfaat
ü Dapat mengetahui apa itu
Desa Trusmi.
ü Dapat mengetahui potensi apa saja yang ada di Desa
Trusmi.
ü Dapat mengetahui bagaimana perkembangan
perekonomian yang ada di Desa
Trusmi.
ü Dapat
mengetahui apa saja permasalahan yang ada di Desa Trusmi.
ü Dapat mengetahui bagaimana solusi dari
permasalahan yang ada di Desa Trusmi.
ü Dapat
mengetahui bagaimana konsep pengembangan yang ada di Desa Trusmi.
BAB II
DASAR TEORI
Menurut
Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa, disebut bahwa
Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah yang
berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat,
berdasarkan asal-usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati
dalam sistem Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Desa bukanlah bawahan kecamatan,
karena kecamatan merupakan bagian dari
perangkat daerah kabupaten/kota, dan desa bukan merupakan bagian dari perangkat daerah.
Berbeda dengan
Kelurahan, Desa
memiliki hak mengatur wilayahnya lebih luas. Namun dalam perkembangannya,
sebuah desa dapat dirubah statusnya menjadi kelurahan.
Kewenangan desa adalah :
· Menyelenggarakan urusan pemerintahan yang sudah ada berdasarkan hak
asal usul desa
· Menyelenggarakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan kabupaten/kota yang diserahkan
pengaturannya kepada desa, yakni urusan pemerintahan yang secara langsung dapat
meningkatkan pelayanan masyarakat.
· Tugas pembantuan dari Pemerintah, Pemerintah Provinsi, dan
Pemerintah Kabupaten/Kota.
· Urusan pemerintahan lainnya yang diserahkan kepada desa.
Menurut Bintarto dalam bukunya Pengantar Geografi Desa
(1977) menulis bahwa desa yaitu perwujudan geografis, sosial, ekonomis,
politis, dan cultural yang ada di situ, dalam hubungannya dan pengaruh timbal
balik dengan daerah lainnya.
Ciri-ciri desa :
·
Perbandingan lahan dengan
manusia cukup besar
·
Lapangan kerja agraris
·
Antar warga akrab
·
Masyarakat memegang tradisi
·
Masyarakat religius
·
Sifat gotong royong masih
kental
Unsur-unsur desa :
·
Daerah meliputi ; lokasi,
keadaan air, luas, keadaan tanah, bentuk lahan dan sebagainya.
·
Penduduk meliputi : jumlah,
komposisi, kepadatan, tingkat kelahiran atau kematian, dan sebagainya.
·
Tata kehidupan meliputi : adat
istiadat, sistem pergaulan, pola-pola budaya dan sebagainya.
Fungsi
desa sebagai berikut :
1.Desa sebagai Hinterland (pemasok
kebutuhan bagi kota)
2.Desa merupakan sumber tenaga kerja
kasar bagi perkotaan
3.Desa merupakan mitra bagi pembangunan
kota
4.Desa sebagai bentuk pemerintahan
terkecil di wilayah Kesatuan Negara Republik
Indonesia.
Klasifikasi desa
1) Berdasarkan
potensinya, wilayah pedesaan dalam garis besarnya dapat di bagi menjadi tiga
kelompok, yaitu:
a.Wilayah desa yang berpotensi
tinggi, menempati lahan pertanian yang subur dan topografi yang datar atau agak
miring, di lengkapi dengan fasilitas irigasi teknis.
b.Wilayah desa yang berpotensi
sedang, menempati lahan pertanian yang agak subur dengan topografi yang tidak
merata, dengan fasilitas irigasinya sebagian teknis dan sebagian semiteknis.
c.Wilayah desa yang berpotensi
rendah, menempati lahan yang tidak subur dengan relief atau topografi berbukit,
kesulitan mendapatkan air.
2) Berdasarkan tingkat
kemampuan potensi-potensi yang di miliki, desa dapat di klasifikasikan sebagai
berikut:
a. Desa Swadaya ( tradisional )
Yaitu wilayah pedesaan yang hampir
seluruh masyarakatnya memenuhi kebutuhan dengan mengusahakan sendiri, bahkan
jarang atau tidak pernah kontak dengan masyarakat luar, sehingga proses
kemajuan lamban. Potensi sumber daya tidak berkembang. Kondisi sedemikian
dialami desa-desa terpencil di pedalaman.
b. Desa Swakarya ( transisi )
Yaitu desa yang dapat mengembangkan
potensi yang ada dan dapat memenuhi kebutuhan sendiri, kelebihan produksi yang
di hasilkan dapat di jual ke daerah lain dan dapat mengembangkan potensi alam,
walaupun belum maju.
c. Desa Swasembada ( maju )
Yaitu desa yang dapat mengembangkan
potensi secara optimal dan dapat menerapkan teknologi baru untuk memenfaatkan
sumber daya yang di miliki, sehingga proses pembangunan dapat berjalan dengan
baik.
Pola
persebaran dan pemukiman desa menurut R Bintarto (1977) sebagai berikut:
1. Pola Radial
2. Pola Tersebar
3. Pola memanjang sepanjang pantai
4. Pola memanjang sepanjang sungai
5. Pola memanjang sepanjang jalan
6. Pola memanjang sejajar dengan jalan kereta api
BAB III
PEMBAHASAN
A. Desa Trusmi
Balapulang merupakan kota kecamatan yang memiliki sarana
dan prasarana yang memadai,salah satunya sarana transportasi yang menghubungkan
desa/kecamatan satu dengan yang lain.contohnya angdes daan angkot plered – gunungsari , sumber- plered , plered
– palimanan, beberapa angkutan umum lainnya yang melintas disentral dan delman
dengan cirri khas plered trusmi . Dengan bertambahnya koperasi angkutan desa,
kegiatan masyarakat di kecamatan Plered Desa Trusmi sekitarnya terasa
aman,lancar,dan efisien.
Letak geografis
Desa
Trusmi kecamatan plered berdiri disuatu pedesaan berada di jalur pantura pada
ketinggian ± 300 m dpl. Berjarak ± 130 km kearah selatan dari Kota Kuningan
dan bisa dicapai dengan bus
antar kota dalam propinsi jurusan Cirebon Jakarta , Cirebon Bandung , Cirebon
Bekasi dan sebagainya. Sebelah utara berbatasan dengan laut jawa, sebelah timur
dengan Kota Brebes. Desa trusmi diapit oleh beberapa desa yaitu sebelah barat
dengan tegalsari, sebelah timur dengan panembahan, sebelah utara dengan
kecamatan weru dan sebelah selatan dengan desa sarabau. Sebagian wilayahnya
merupakan daerah pemukiman yang padat, Kawasan Ekonomi berupa pasar tradisional dan
ruko, dan dikelilingi oleh persawahan dengan produktivitas teknis yang makmur.
Berbagai bidang industri terdapat di desa trusmi seperti meubel dan batik yang
khas dimiliki oleh trusmi tak sedikit wisatawan yang dating untuk berkunjung
dan mengindahkan batik trusmi selain wisatawan domestik menyukai batik dan
motifnya. Wisatawan luar negeripun tak enggan untuk membeli dan menyatakan
indahnya motif batik trusmi. motif batik yang terkenal ini sampai ke
mancanegara asalah motif batik megamendung. Proses pembuatan dengan keahlian
tangan terampil dan motif yang khas membuat batik ini bernilai seni tinggi dan
diminati masyarakat internasional. Slah satu bukti eksistensi batik di desa
trusmi adalah peninggalan gedung tua Koperasi batik Indonesia (GKBI) yang
sampai saat ini masih berdiri kokoh dan megah.
B. Potensi
Desa
Potensi desa adalah kemampuan yang dapat dikembangkan
dalam pembangunan suatu desa. Potensi desa mencakup keadaan alam dan manusia
yang ada di dalamnya beserta hasil-hasil kerja manusianya. Potensi suatu desa
terdiri atas komponen alam da komponen manusia.
Program pembangunan desa merupakan salah satu usaha
pemerintah dalam meningkatkan taraf hidup dan kesehjateraan masyarakat di
lingkungan pedesaan. Adapun tujuannya yaitu sebagai berikut :
1. Meletakkan landasan yang
kokoh bagi mansyarakat.
2. Berkembang atas kekuatan dan kemampuan sendiri di dalam
melaksanakan pembangunan desanya.
Berdasarkan potensi dan masalah-masalah yang diteui
dalam pembangunan pedesaan, maka pembangunan pedesaan dilaksanakan dengan
prinsip-prinsip sebagai berikut :
a. Dinamis dan berkelanjutan
b. Menyeluruh , terpadu dan terkoordnasi
c. Terdapat keseimbangan yang serasi antara kewajiban pemerintah dan
kewajiban masyarakat
Berdasarkan prinsip-prinsip pembagunan desa tersebut,
maka kebijaksanaan pembangunan desa disususn berdasarkan pokok-pokok
kebijaksanaan sebagai berikut:
a. Pemgembangan tata desa yang teratur dan serasi
b. Peningkatana kehidupan ekonomi yang kooperatif.
c. Pemanfaatan sumber daya manusia dan ponetis alam yang ada
d. Pemenuhan kebutuhan masyarakat yang esesnial
e. Peningkatan prakarsa dan swadaya gotong royong masyarakat.
1.
SDA (Sumber Daya Alam)
Sumber Daya Alam (biasa disingkat SDA)
adalah potensi sumber daya yang terkandung dalam bumi (tanah), air, dan dirgantara
yang dapat didayagunakan untuk memenuhi kebutuhan dan kepentingan manusia. Sumber daya alam di antaranya
yaitu:
a. Air
Air merupakan kebutuhan utama makhluk
hidup. Air
yang ada telah di manfaatkan sebaik mungkin, di antaranya di gunakan untuk
minum, mandi dan mencuci. air bermanfaat juga:
1.
sebagai sarana transportasi
2.
sebagai sarana wisata/rekreasi
3.
sebagai sarana irigasi/pengairan
4.
sebagai PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air)
Tetapi di Desa Trusmi
air hanya dimanfaatkan untuk minum, mandi, mencuci dan irigasi
atau pengairan.
b. Udara
Udara yang bergerak dan berpindah tempat disebut angin.
Lapisan udara
yang menyelimuti bumi disebut atmosfer. Lapisan Ozon berfungsi untuk melindungi
bumi dari sinar ultraviolet yang dipancarkan oleh matahari. Angin dapat
dimanfaatkan juga sebagai sumber energi dengan menggunakan pembangkit listrik
kincir angin.
c. Tanah
Tanah adalah lapisan kulit bumi bagian
atas yang terbentuk dari pelapukan batuan dan bahan organik yang hancur oleh
proses alamiah. Tanah banyak dimanfaatkan untuk menanam
sumber daya alam pertanian. Pertanian meliputi tanaman untuk makanan pokok,
seperti padi. Palawija terdiri dari ubi-ubian dan kacang-kacangan; dan
holtikultura yang meliputi berbagai jenis sayuran dan buah-buahan. Dan sebagian
lainnya digunakan untuk lahan pemukiman.
d. Hewan
Oleh masyarakat desa sumingkir, hewan
telah di manfaatkan sebaik mungkin yaitu dengan cara di ternak.hewan yang di
ternakan di desa trusmi di antaranya, sapi,
kerbau, kambing dan ayam.
e. Tumbuhan
·
Pertanian
Pertanian di desa trusmi menghasilkan
berbagai macam tumbuhan, antara lain padi, jagung, dan palawija (
kacang-kacangan dan cabai ).
·
Perkebunan
Jenis tanaman yang ada di desa trusmi yaitu kelapa, jati, dll.
2.
SDM (Sumber Daya Manusia)
Sumber daya manusia atau biasa disingkat menjadi SDM potensi yang terkandung
dalam diri manusia
untuk mewujudkan perannya sebagai makhluk sosial yang
adaptif dan transformatif yang mampu mengelola dirinya sendiri serta seluruh
potensi yang terkandung di alam menuju tercapainya kesejahteraan kehidupan
dalam tatanan yang seimbang dan berkelanjutan.
Menurut sensus 2010, Di kecamatan plered trusmi berpenduduk 81092 orang,
jumlah laki-laki 40211 orang, jumlah perempuan 40881 orang.
Sedangkan di desa balapulang sendiri penduduk berjumlah
sekitar 4885 orang, jumlah laki-laki sekitar 2568 orang dan jumlah perempuan
2317.
·
Belum produktif ( <
15 th ) = 1252 orang
·
Produktif ( 15 – 60 th ) = 2893 orang
·
Non produktif ( > 60 ) = 740 orang
Jadi dapat disimpulkan bahwa di Desa trusmi lebih banyak orang
yang berusia produktif atau lebih banyak orang yang sudah bisa bekerja daripada usia nonproduktif.
C.
Perekonomian
Masyarakat Balapulang berprofesi sebagai petani,
peternak, pengrajin furniture kayu jati, pedagang, pegawai negeri / TNI /
Polisi / swasta dan sebagian merantau ke kota besar lainnya di Indonesia.
Dengan melambungnya harga kayu jati sebagai bahan mentah untuk furniture banyak
home industri di bidang ini yang mati suri, karena harga jual produk tidak
dapat menutup biaya produksi. Sehingga banyak warga yang berprofesi dibidang
ini pergi merantau kedaerah lain seperti Jakarta, Bandung
dan lain lain. Penggerak roda ekonomi lainnya adalah perdagangan di pasar tradisional yang
cukup ramai terutama pada hari pasaran Manis / Legi menurut sistem Kalender Jawa.
Pertanian di desa trusmi cukup baik. Ada sekitar 257 orang bermata pencaharian sebagai petani.
Rata-rata mereka menanam padi, jagung dan palawija ( kacang-kacangan dan cabai), Di desa trusmi sedikit yang mempunyai kolam untuk usaha perikanan.
Ikan yang
dipelihara di antaranya: Ikan Mas, Mujaer, Gurameh, dan Lele. Ada banyak orang masyarakat Desa trusmi yang bermata
pencaharian sebagai buruh. Ada yang sebagai buruh tani dan ada juga yang bermata pencaharian sebagai
karyawan pabrik, tukang becak, tukang cukur rambut,
dll.
D. Permasalahan
Yang Dihadapi
1.
Kesehatan
Masyarakat di Desa Trusmi ini masih belum
memperhatikan kesehatan mereka masing-masing. Tapi tidak semua masyarakat Desa Trusmi belum memperhatikan
kesehatan. Mereka tidak berpikiran atau tidak
mempedulikan kesehatannya. Tapi ada
juga yang sudah memperhatikan kesehatan tapi hanya segelintir orang saja.
Masyarakat yang belum memperhatikan kesehatan umumnya mereka yang berpendidikan
rendah dan yang kurang mampu. Sebenarnya mereka mengetahui tentang pentingnya
kesehatan. Masyarakat biasanya berobat ke puskesmas atau rumah sakit, apabila
sakit yang di alami sudah mulai parah. Padahal menjaga kesehatan sangatlah
mudah daripada mengobati.
2.
Pendidikan
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk
mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran
agar peserta didik
secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual
keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta
keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.
Pendidikan merupakan suatu ilmu yang kita pelajari.
Dengan adanya pendidikan kita dapat mempelajari dan mengetahui tentang
ilmu-ilmu yang penting. Pendidikan sangat penting kita dapatkan, karena jika kita tidak mengetahui dan
mendapatkan ilmu kita akan mudah di tipu dan dipermainkan oleh orang.
Pendidikan merupakan hal yang terpenting dalam kehidupan kita,ini berarti bahwa
setiap manusia berhak mendapat dan berharap untuk selalu berkembang dalam
pendidikan.
Tapi pendidikan di desa Trusmi sudah lumayan baik, sudah ada peningkatan mutu pendidikan. namun ada
sebagian masyarakat yang menganggap kalau melanjutkan pendidikan yang lebih
tinggi itu hanya membuang waktu saja, toh akhirnya juga akan bekerja. Semua itu karena para masyarakat tidak mengetahui
betapa pentingnya pendidikan dalam menjalani kehidupan.
3.
Teknologi
Dalam memasuki Era Industrialisasi,
pencapaiannya sangat ditentukan oleh penguasaan teknologi karena teknologi adalah mesin penggerak
pertumbuhan melalui industri. Oleh sebab itu, tepat momentumnya jika kita
merenungkan masalah teknologi, menginventarisasi yang
kita miliki, memperkirakan apa yang ingin kita capai dan bagaimana caranya
memperoleh teknologi yang kita perlukan itu, serta mengamati betapa besar
dampaknya terhadap transformasi budaya
kita.Sebagian dari kita beranggapan teknologi
adalah barang atau sesuatu yang baru. padahal, kalau kita membaca
sejarah, teknologi itu telah berumur sangat panjang dan merupakan suatu gejala
kontemporer. Setiap zaman memiliki teknologinya sendiri.
Pada zaman sekarang teknologi sudah
sangat modern bagi masyarakat, semua orang telah dimudahkan dengan teknologi
yang ada. Di Desa Trusmi ini, teknologi yang dipunyai yaitu semi modern (menuju ke modern). Karena
masyarakat di Desa Trusmi ini pendidikannya sedikit ada yang masih rendah sehingga masyarakat tidak mengetahui
bagaimana cara memanfaatkan teknologi itu, tapi ada juga masyarakat yang sudah memanfaatkan
teknologi, diantaranya oleh para petani yang dulunya membajak sawah dengan
memanfaatkan hewan sekarang telah ada yang menggunakan traktor sehingga dapat
menyingkat waktu. Selain itu, teknologi komunikasi juga sudah dimanfaatkan
sebaik mungkin, rata-rata masyarakat Trusmi sudah mempunyai handphone. Ada pula orang yang bisa teknologi tapi menyalahgunakan teknologi
tersebut.
4.
Pekerjaan
Rata-rata masyarakat di Desa Trusmi bermata pencaharian
sebagai Masyarakatnya sebagian berprofesi menjadi petani, peternak, pengrajin
furniture kayu jati, pedagang, pegawai negeri / TNI / Polisi / swasta dan
sebagian merantau ke kota besar lainnya di Indonesia. Ada juga yang menjadi
buruh,baik buruh tani atau pun sebagai buruh di Industri kompos. Itu
dikarenakan mereka berpendidikan rendah sehingga cuma ada mereka berpendidikan
rendah sehingga cuma ada lapangan mereka
sebagai buruh saja yang mau menerima mereka. Selain karena berpendidikan
rendah, juga mereka tidak mempunyai modal untuk membuat lapangan usaha sendiri.
E.
Cara Pemecahaan Atau Solusi
Semua desa baik itu maju maupun berkembang pastilah
mempunyai permasalahan yang harus diatasi dan diberikan solusi, tidak ada
permasalahan yang mempunyai solusi.
·
Kesehatan
Masyarakat di Desa Trusmi masih belum
memperhatikan kesehatan. Agar mereka memperhatikan kesehatan. Sebaiknya ada
penyuluhan dan sosialisasai yang dilakukan oleh suatu lembaga tentang
pentingnya menjaga kesehatan. Sosialisasi itu tidak hanya menerangkan bagaimana
cara memperhatikan kesehatan tapi didalam sosialisasi ini harus ada yang
memberikan contoh bagaimana cara memperhatikan kesehatan
·
Pendidikan
Tidak hanya tentang kesehatan,
tentang Pendidikan yang masih rendah di Desa Trusmi perlu di adakan sosialisasi
yang menerangkan bahwa pendidikan
sangatlah penting.dan bahwa pemerintah telah mewajibkan belajar 12 tahun dengan
biaya gratis. Masyarakat harus memanfaat peraturan pemerintah ini.
·
Teknologi
Di Desa Trusmi belum semua masyarakat
dapat memanfaatkan teknologi dengan baik.Dengan masalah ini desa harus memberi
pelatihan tentang teknologi yang sudah modern. Sehingga masyarakat Desa Trusmi
mampu memanfaatkan teknologi dengan sebaik mungkin.
·
Pekerjaan
Sebagian besar penduduk Desa Trusmi
bermata pencaharian sebagai petani. Karena tidak semua petani dapat
memanfaatkan teknologi,maka perlu diadakan pelatihan tentang teknologi
pertanian agar para buruh bisa bekerja dengan waktu yang singkat dan tidak
mengeluarkan biaya yang mahal.
F.
Konsep Pengembangan
Desa Trusmi merupakan desa yang tergolong sebagai desa
sedang berkembang karena untuk
menjadikan desa Trusmi menjadi desa yang maju, maka pemerintah desa harus
memikirkan bagaimana agar desa Balapulang ini bisa menjadi maju dengan cara
memanfaatkan potensi desa yang ada. Dan perlu
diadakan sosialisasi, pendampingan serta konsultasi agar benar dan
tepat. Dan pemerintah desa harus membuat koperasi yang mampu memberikan
permodalan kepada orang yang tidak mempunyai modal.
·
Peternakan
Umumya
mereka berternak hanya untuk
simpanan-simpanan saja, berternak hanya untuk simpanan saja, bukan untuk
dimanfaatkan sebaik mungkin. Dalam hal ini pemerintah desa harus mengadakan
sosialisssi pendampingan dan konsultasi tentang bagaimana cara memanfaatkan
ternak yang mereka punya dan bagaimana cara berternak yang baik, agar ternak
yang mereka kelola dapat bernilai mahal
dipasaran.
·
Perikanan
Di
Desa Trusmi ini masing-masing tidak harus banyak yang berternak ada juga yang
mempunyai kolam ikan. Agar hasil panen ikan mereka banyak dan bernilai tinggi
di pasaran. Pemerintah desa harus mengadakan sosialisasi, pendampingan dan
konsultasi tentang bagaimana cara beternak ikan yang baik agar ikan tidak
terkena penyakit sehingga hasil panen ikan akan berlimpahdan bernilai tinggi dipasaran serta diadakan pelatihan
tentang tehnologi yang dapat
dimanfaatkan dalam perikanan.
·
Pertanian
Di
Desa Trusmi ini sebagian besar masyarakat bermata pencaharian sebagai
petani.umunya para petani menanam padi,
untuk meningkatkan semangat para petani. Pemerintah desa perlu melakukan
pendekatan pengelolaan tanaman terpadu dengan melakukan sosialisasi,
pendampingan serta konsultasi tentang teknologi yang dapat membantu dalam
urusan pertanian, seperti traktor dapat membantu petani dalam membajak sawah
sehingga menghemat waktu, serta memperkenalkan bibit yang unggul serta pupuk yang
tepat dan benar, serta
diberi pengarahan tentang bagaimana cara mengairi sawah agar tidak
terjadi konflik antara petani yang satu dengan yang lain.
BAB IV
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Menurut Bintaro, desa merupakan perwujudan atau
kesatuan goegrafi ,sosial, ekonomi, politik dan kultur yang terdapat ditempat
itu (suatu daerah), dalam hubungan dan pengaruhnya secara timbal balik dengan
daerah lain.
Potensi desa adalah kemampuan yang dapat dikembangkan
dalam pembangunan suatu desa. Potensi desa mencakup keadaan alam dan manusia
yang ada di dalamnya beserta hasil-hasil kerja manusianya. Potensi suatu desa
terdiri atas komponen alam da komponen manusia.
Sumber daya alam (biasa disingkat SDA)
adalah potensi sumber daya yang terkandung dalam bumi (tanah), air, dan dirgantara
yang dapat didayagunakan untuk memenuhi kebutuhan dan kepentingan manusia
Sumber daya manusia atau biasa disingkat menjadi SDM potensi yang terkandung
dalam diri manusia
untuk mewujudkan perannya sebagai makhluk sosial yang
adaptif dan transformatif yang mampu mengelola dirinya sendiri serta seluruh
potensi yang terkandung di alam menuju tercapainya kesejahteraan kehidupan
dalam tatanan yang seimbang dan berkelanjutan.
Trusmi merupakan kota kecamatan yang memiliki sarana dan
prasarana yang memadai,salah satunya sarana transportasi yang menghubungkan
desa/kecamatan satu dengan yang lain.
Jadi apabila masyarakat desa sudah mengetahui potensi apa saja yang ada di desa
mereka maka masyarakat akan lebih mudah. Mengetahui bagaimana cara memanfaatkan
potensi yang ada di desa mereka sebaik mungkin.
B.
Saran
Saran yang saya ajukan adalah sebaiknya pemerintah
daerah harus bisa lebih cermat dalam menghadapi situasi yang ada di daerahnya. Setelah
membaca dan menghayati makalah tersebut diharapkan para pembaca senantiasa mau memanfaatkan potensi yang ada di desa mereka sebaik mungkin sehingga
dapat menguntungkan desa mereka. Potensi desa bisa memajukan desa itu sendiri.
DAFTAR PUSTAKA
id.wikipedia.org/wiki/Desa diakses pada tanggal 22 Oktober 2015
id.wikipedia.org/wiki/Trusmi_Plered_Cirebon diakses pada tanggal 22 Oktober 2015