Senin, 06 Januari 2020

ORGAN PADA TUMBUHAN -DASAR ILMU TANAMAN-MATERI KULIAH-SEMESTER 1 AGRIBISNIS

ORGAN PADA TUMBUHAN
Ø  ALAT (ORGAN) PADA TUMBUHAN ADALAH
BAGIAN-BAGIAN DARI TUMBUHAN YANG TERSUSUN DARI JARINGAN-JARINGAN TERTENTU DAN MEMPUNYAI FUNGSI-FUNGSI YANG KHUSUS
Ø  ORGANOLOGI→ILMU YANG MEMPELAJARI ALAT-ALAT (ORGAN) TUMBUHAN
Ø  TUMBUHAN TINGKAT RENDAH : ALAT/ORGANNYA BERUPA THALLUS YANG BELUM MENGADAKAN DIFERENSIASI DAN BELUM ADA PEMBAGIAN PEKERJAAN CONTOHNYA : Alga hijau, Paku DDL. 
Ø  TUMBUHAN TINGKAT TINGGI : ORGAN-ORGANNYA TELAH TERPISAH DAN TELAH ADA PEMBAGIAN TUGAS/PEKERJAAN, YANG DIBEDAKAN MENJADI ALAT VEGETATIF DAN GENERATIF 
q  ALAT-ALAT VEGETATIF
•          ALAT-ALAT UNTUK PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN YANG TELAH MENGALAMI TERDIFERENSIASI
•          CORMAT : ALAT PADA TUMBUHAN TINGKAT TINGGI YANG TELAH MENUNJUKKAN DIFERENSIASI DALAM TIGA BAGIAN POKOK : AKAR (RADIX), BATANG (CAULIS) DAN DAUN (FOLIUM)
•          CORMOPHYTA : TUMBUHAN YANG MEMPUNYAI KETIGA ALAT TERSEBUT
•          THALLEUS : TUMBUHAN YANG BERTHALLUS CONTOH : SCHIZOPHYTA, THALLOPHYTA DAN BRYOPHYTA
•          ALAT-ALAT UTAMA / ORGANA PRINCIPALIA:BAGIAN-BAGIAN POKOK DARI ALAT-ALAT TUMBUHAN (AKAR,BATANG DAN DAUN)
ANATOMI AKAR
Organologi mengkaji bagaimana struktur dan fungsi suatu organ. 
Berikut adalah jaringan-jaringan dasar yang menyusun tiga organ pokok tumbuhan.
•          AKAR
•          Akar tersusun dari jaringan-jaringan berikut : 
•          epidermis 
•          parenkim 
•          endodermis 
•          kayu 
•          pembuluh (pembuluh kayu dan pembuluh tapis) dan 
•          kambium pada tumbuhan dikotil. 
•          Permukaan akar seringkali terlindung oleh lapisan gabus tipis. 
•          Bagian ujung akar memiliki jaringan tambahan yaitu tudung akar. 
•          Ujung akar juga diselimuti oleh lapisan mirip lendir yang disebut misel (mycel) yang berperan penting dalam pertukaran hara serta interaksi dengan organisme (mikroba) .
•          Asal akar adalah dari akar lembaga (radix),
•          pada Dikotil, akar lembaga terus tumbuh sehingga membentuk akar tunggang, 
•          pada Monokotil, akar lembaga mati, kemudian pada pangkal batang akan tumbuh akar-akar yang memiliki ukuran hampir sama sehingga membentuk akar serabut.
•          Akar monokotil dan dikotil ujungnya dilindungi oleh tudung akar atau kaliptra, yang fungsinya melindungi ujung akar sewaktu menembus tanah, sel-sel kaliptra ada yang mengandung butir-butir amylum, dinamakan kolumela.
Meristem apikal tunas
Primordia daun Protoderma 
Prokambium 
Meristem dasar 
Tunas aksiler 
0,1 MM 
Protoderma 
Prokambium 
Meristem dasar 
Meristem apikal akar 
2. Anatomi Akar 
•          Pada akar muda bila dilakukan potongan melintang akan terlihat bagian-bagian dari luar ke dalam.
a. Epidermis
b. Korteks
c. Endodermis
d. Silinder Pusat/Stele
Ø  a. Epidermis
•          Susunan sel-selnya rapat dan setebal satu lapis sel, dinding selnya mudah dilewati air.
•           Bulu akar merupakan modifikasi dari sel epidermis akar, bertugas menyerap air dan garam-garam mineral terlarut, bulu akar memperluas permukaan akar. 
•          b. Korteks
Letaknya langsung di bawah epidermis, sel-selnya tidak tersusun rapat sehingga banyak memiliki ruang antar sel. Sebagian besar dibangun oleh jaringan parenkim. 
Ø  c. Endodermis
Merupakan lapisan pemisah antara korteks dengan silinder pusat. 
•          Sel-sel endodermis dapat mengalami penebalan zat gabus pada dindingnya dan membentuk seperti titik-titik, dinamakan titik Caspary. 
•          Pada pertumbuhan selanjutnya penebalan zat gabus sampai pada dinding sel yang menghadap silinder pusat, bila diamati di bawah mikroskop akan tampak seperti hutuf U, disebut sel U, sehingga air tak dapat menuju ke silinder pusat. 
•          Tetapi tidak semua sel-sel endodermis mengalami penebalan, sehingga memungkinkan air dapat masuk ke silinder pusat. 
•          Sel-sel tersebut dinamakan sel penerus/sel peresap. 
Ø  c.Silinder Pusat/Stele
Silinder pusat/stele merupakan bagian terdalam dari akar.
BATANG
Ø  Susunan batang tidak banyak berbeda dengan akar. Batang tersusun dari jaringan berikut:
•          epidermis 
•          parenkim 
•          endodermis 
•          kayu 
•          jaringan pembuluh, dan 
•          kambium pada tumbuhan dikotil. 
Struktur ini tidak banyak berubah, baik di batang utama, cabang, maupun ranting. Permukaan batang berkayu atau tumbuhan berupa pohon seringkali dilindungi oleh lapisan gabus (suber) dan/atau kutikula yang berminyak (hidrofobik). Jaringan kayu pada batang dikotil atau monokotil tertentu dapat mengalami proses lignifikasi yang sangat lanjut sehingga
•          Terdapat perbedaan antara batang dikotil dan monokotil dalam susunan anatominya.
1. Batang Dikotil 
•          Pada batang dikotil terdapat lapisan-lapisan dari luar ke dalam : 
•          a. Epidermis
Terdiri atas selaput sel yang tersusun rapat, tidak mempunyai ruang antar sel yang berfungsi untuk melindungi jaringan di bawahnya. 
•          Pada batang yang mengalami pertumbuhan sekunder, lapisan epidermis digantikan oleh lapisan gabus yang dibentuk dari kambium gabus. 
•          b. Korteks
Korteks batang disebut juga kulit pertama, terdiri dari beberapa lapis sel, yang dekat dengan lapisan epidermis tersusun atas jaringan kolenkim, makin ke dalam tersusun atas jaringan parenkim. 
c. Endodermis
•          Endodermis batang disebut juga kulit dalam, tersusun atas selapis sel, merupakan lapisan pemisah antara korteks dengan stele.
•          Endodermis tumbuhan Angiospermae mengandung zat tepung, tetapi tidak terdapat pada endodermis tumbuhan Gymnospermae. 
d. Stele/ Silinder Pusat 
•          Merupakan lapisan terdalam dari batang. 
•          Lapis terluar dari stele disebut perisikel atau perikambium. 
•          lkatan pembuluh pada stele disebut tipe kolateral yang artinya xilem dan floem. 
•          Letak saling bersisian, xilem di sebelah dalam dan floem sebelah luar.
•          Antara xilem dan floem terdapat kambium intravasikuler, 
•          Jaringan parenkim yang terdapat di antara berkas pembuluh angkut juga berubah menjadi kambium, yang disebut kambium intervasikuler. 
•          Keduanya dapat mengadakan pertumbuhan sekunder yang mengakibatkan bertambah besarnya diameter batang.
•          Pada tumbuhan Dikotil, berkayu keras dan hidupnya menahun, 
•          pertumbuhan menebal sekunder tidak berlangsung terus-menerus, tetapi hanya pada saat air dan zat hara tersedia cukup, sedang pada musim kering tidak terjadi pertumbuhan sehingga pertumbuhan menebalnya pada batang tampak berlapis-lapis, setiap lapis menunjukkan aktivitas pertumbuhan selama satu tahun, lapis-lapis lingkaran tersebut dinamakan Lingkaran Tahun.
•          Antara xilem dan floem terdapat kambium intravasikuler, 
•          Jaringan parenkim yang terdapat di antara berkas pembuluh angkut juga berubah menjadi kambium, yang disebut kambium intervasikuler. 
•          Keduanya dapat mengadakan pertumbuhan sekunder yang mengakibatkan bertambah besarnya diameter batang.
•          Pada tumbuhan Dikotil, berkayu keras dan hidupnya menahun, 
•          pertumbuhan menebal sekunder tidak berlangsung terus-menerus, tetapi hanya pada saat air dan zat hara tersedia cukup, sedang pada musim kering tidak terjadi pertumbuhan sehingga pertumbuhan menebalnya pada batang tampak berlapis-lapis, setiap lapis menunjukkan aktivitas pertumbuhan selama satu tahun, lapis-lapis lingkaran tersebut dinamakan 
Lingkaran Tahun.
Empulur adalah bagian berwarna putih di tengah. Bagian berwarna hijau di luarnya adalah jaringan kayu yang masih muda 
2. Batang Monokotil 
•          Epidermis terdiri dari satu lapis sel, batas antara korteks dan stele umumnya tidak jelas. 
•          Pada stele monokotil terdapat ikatan pembuluh yang menyebar dan bertipe kolateral tertutup 
•          artinya di antara xilem dan floem tidak ditemukan kambium. 
•          Tidak adanya kambium pada Monokotil menyebabkan batang Monokotil tidak dapat tumbuh membesar, tidak terjadi pertumbuhan penebalan sekunder.
•          Monokotil yang dapat mengadakan pertumbuhan menebal sekunder, misalnya pada pohon Hanjuang (Cordyline sp) dan pohon Nenas seberang (Agave sp).
•          Kedudukan batang bagi tubuh tumbuhan, batang dapat disamakan dengan sumbu tubuh tumbuhan, mempunyai sifat-sifat berikut :
•          Umumnya berbentuk panjang bulat seperti silinder atau dapat pula mempunyai bentuk lain, akan tetapi selalu bersifat aktinomorf 
•          Terdiri atas ruas-ruas yang masing-masing dibatasi oleh buku-buku dan pada buku-buku inilah terdapat daun. 
•          Biasanya tumbuh ke atas menuju cahaya atau matahari (bersifat fototrop atau heliotrop) 
•          Selalu bertambah panjang di ujungnya, oleh sebab itu sering dikatakan, bahwa batang mempunyai pertumbuhan yang tidak terbatas. 
•          Mengadakan percabangan dan selama hidupnya tumbuhan, tidak digugurkan, kecuali kadang-kadang cabang atau ranting yang kecil. 
•          Umumnya tidak berwarna hijau, kecuali tumbuhan yang umurnya pendek, misalnya rumput dan waktu batang masih muda. 
DAUN
•          DAUN 
•          Daun lengkap terdiri dari pelepah daun, tangkai daun serta helai daun. 
•          Helai daun sendiri memiliki urat daun yang tidak lain adalah kelanjutan dari jaringan penyusun batang yang berfungsi menyalurkan hara atau produk fotosintesis. 
•          Helai daun sendiri tersusun dari jaringan-jaringan dasar berikut:                                      
•          epidermis 
•          jaringan tiang 
•          jaringan bunga karang dan 
•          jaringan pembuluh. 
•          Permukaan epidermis seringkali terlapisi oleh kutikula atau rambut halus (pilus) untuk melindungi daun dari serangga pemangsa, spora jamur, ataupun tetesan air hujan.
•          Epidermis
•          Epidermis merupakan lapisan terluar daun,
•          Jaringan ini terbagi menjadi epidermis atas dan epidermis bawah, 
•          berfungsi melindungi jaringan yang terdapat di bawahnya.
•          untuk mencegah penguapan yang terlalu besar, lapisan epidermis dilapisi oleh lapisan kutikula. 
•          Pada epidermis terdapat stoma/mulut daun berguna untuk tempat berlangsungnya pertukaran gas dari dan ke luar tubuh tumbuhan. 
•          Jaringan mesofil 
•          Jaringan Tiang, jaringan ini mengandung banyak kloroplas yang berfungsi dalam proses pembuatan makanan 
•          Parenkim daun terdiri dari 2 lapisan sel, yakni palisade (jaringan pagar) dan spons (jaringan bunga karang), keduanya mengandung kloroplast. 
•          Jaringan pagar / PALISADE sel-selnya rapat 
•          Kegiatan fotosintesis lebih aktif pada jaringan pagar karena kloroplastnya lebih banyak daripada jaringan bunga karang.
•          Jaringan bunga karang/SPONS sel-selnya agak renggang, lebih berongga sehingga masih terdapat ruang-ruang antar sel. 
•          dibandingkan dengan jaringan palisade, berfungsi sebagai tempat menyimpan cadangan makanan.
•          Jaringan Pembuluh 
•          Jaringan pembuluh daun merupakan lanjutan dari jaringan batang, terdapat di dalam tulang daun dan urat-urat daun 
•          Berkas pembuluh angkut 
•          Terdiri dari xilem atau pembuluh kayu dan floem atau pembuluh tapis, pada tumbuhan dikotil keduanya dipisahkan oleh kambium.
•          Pada akar, Xilem berfungsi mengangkut air dan mineral menuju daun. 
•          Pada batang, xilem berfungsi sebagai sponsor penegak tumbuhan 
•          Floem berfungsi mentransfor hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tumbuhan 
•          Stoma
•          Stoma (jamak: stomata) berfungsi sebagai organ respirasi. 
•          Stoma mengambil CO2 dari udara untuk dijadikan bahan fotosintesis, mengeluarkan O2 sebagai hasil fotosintesis. 
•          Stoma ibarat hidung kita dimana stoma mengambil CO2 dari udara dan mengeluarkan O2, sedangkan hidung mengambil O2 dan mengeluarkan CO2. 
•          Stoma terletak di epidermis bawah. Selain stoma, tumbuhan tingkat tinggi juga bernafas melalui lentisel yang terletak pada batang.
Pigmen 
• Pigmen adalah zat yang terdapat di permukaan suatu benda sehingga bila disinari dengan cahaya putih sempurna akan memberikan sensasi warna tertentu yang mampu ditangkap mata. 
. Proses secara fisik sangatlah berbeda dengan fluorescent, phosphorescence dan bentuk lain dari luminescence, yang mana materi tersebut dapat mengeluarkan cahaya dengan sendirinya.

SELAMAT MEMBACA DAN SEMANGAT UNTUK KULIAHNYA
SEMOGA BERMANFAAT

Organisasi kehidupan dan sel Dasar Ilmu Tanaman Semester 1 Agribisnis Pertanian

Rangkuman materi Organisasi kehidupan dan sel
Sel adalah satu unit dasar dari suatu kehidupan
•          setiap organ merupakan gregasi/penyatuan dari berbagai macam sel yang dipersatukan satu sama lain oleh sokongan struktur-struktur interselluler.
•          Kata "sel" itu sendiri dikemukakan oleh Robert Hooke yang berarti "kotak-kotak kosong", setelah ia mengamati sayatan gabus dengan mikroskop.
•          sel terdiri dari kesatuan zat yang dinamakan Protoplasma.
•          Istilah protoplasma pertama kali dipakai oleh Johannes Purkinje;
•          menurut Johannes Purkinje protoplasma dibagi menjadi dua bagian yaitu Sitoplasma dan Nukleoplasma
•          Robert Brown mengemukakan bahwa Nukleus (inti sel) adalah bagian yang memegang peranan penting dalam sel,
•          Rudolf Virchow mengemukakan sel itu berasal dari sel (Omnis Cellula E Cellula).
SIFAT-SIFAT SEL
•          Setiap jenis sel dikhususkan untuk melakukan suatu fungsi tertentu. Misalnya sel darah merah yang jumlahnya 25 triliun berfungsi untuk mengangkut oksigen dari paru-paru ke jaringan.
•          75 triliun sel lain yang menyusun tubuh manusia, sehingga jumlah sel pada manusia sekitar 100 triliun sel.
•          seluruh sel umumnya mempunyai sifar-sifat dasar yang mirip satu sama lain walaupun setiap Sel berbeda satu sama lainnya, misalnya : oksigen akan terikat pada karbohidrat, lemak atau  protein pada setiap sel untuk melepaskan energi
•          mekanisme sel umumnya merubah makanan menjadi energi  dan melepaskan hasil akhir reaksinya ke cairan   disekitarnya
•          hampir semua sel mempunyai  kemampuan mengadakan reproduksi dan jika sel tertentu mengalami kerusakan maka sel sejenis yang lain akan beregenerasi
Sel-sel yang menyusun tubuh  manusia mempunyai struktur dasar yang
terdiri dari membran sel, protoplasma dan inti sel (nukleus).
Ketiganya mempunyai komposisi kimia yang terdiri dari air, elektrolit, protein, lemak dan karbohidrat.
a.      Air
•          Medium cairan utama dari sel adalah air, yang terdapat dalam konsentrasi 70-85%.
•          Banyak bahan-bahan kimia sel larut dalam air, sedang yang lain terdapat dalam bentuk suspensi atau membranous 
•          Sel-sel yang menyusun tubuh  manusia mempunyai struktur dasar yang terdiri dari membran sel, protoplasma dan inti sel (nukleus).
•          Ketiganya mempunyai komposisi kimia yang terdiri dari air, elektrolit, protein, lemak dan karbohidrat.
b.Elektrolit
•          Elektrolit terpenting dari sel adalah Kalium, Magnesium, Fosfat,  Bikarbonat, Natrium, Klorida dan Kalsium.
•          Elekrolit menyediakan bahan inorganis untuk reaksi selluler dan terlibat dalam mekanisme kontrol sel
c.Protein
Memegang peranan penting pada hampir semua proses fisiologis dan dapat diringkaskan sebagai berikut :
•          Proses enzimatik
•          Proses transport dan penyimpanan
•          Proses pergerakan
•          Fungsi mekanik
•          Proses imunologis
•          Pencetus dan penghantar impuls pada sel saraf
•          Mengatur proses pertumbuhan dan regenerasi
d. Lemak
•          Asam lemak yang merupakan komponen membran sel adalah rantai hidrokarbon  yang panjang, 
•          Asam lemak yang tersimpan dalam sel adalah triasilgliserol, merupakan molekul yang sangat hidrofobik. Karena molekul triasilgliserol ini tidak larut dalam air/larutan garam maka akan membentuk lipid droplet dalam sel lemak (sel adiposa) yang merupakan sumber energi.
•          Molekul lemak yang menyusun membran sel mempunyai gugus hidroksil ( fosfolipid dan kolesterol) sehingga dapat berikatan dengan air, sedangkan gugus yang lainnya hidrofobik (tidak terikat air) sehingga disebut amfifatik.
e. Karbohidrat
•          Suatu karbohidrat tersusun atas atom C,H, dan O. Karbohidrat yang mempunyai 5 atom C disebut pentosa, 6 atom C disebut hexosa adalah karbohidrat-karbohidrat yang penting untuk fungsi sel.
•          Karbohidrat yang tersusun atas banyak unit disebut polisakarida.
•          Polisakarida berperan sebagai sumber energi cadangan dan sebagai komponen yang menyusun permukaan luar membran sel.
•          Karbohidrat yang berikatan dengan protein (glikoprotein) dan yang berikatan dengan lemak (glikolipid) merupakan struktur penting dari membran sel.
•          glikolipid dan glikoprotein juga  menyusun struktur antigen golongan darah yang dapat menimbulkan reaksi imunologis.
INTI SEL (NUCLEUS)
•          Inti sel merupakan pusat pengatur berbagai aktifitas sel.
•          Nukleus mengandung DNA dalam jumlah besar yang disebut gen.
•          Gen yang terdapat pada kromosom berfungsi untuk sintesa RNA yang mengatur karakteristik dari protein yang diperlukan untuk berbagai aktifitas enzimatik, serta mengatur reproduksi sel.
•          Inti sel terdiri atas nukleolus, nukleoplasma dan membran inti sel.
•          Membran dari inti sel terdiri 2 lapis, dimana lapisan luar berhubungan dengan membran retikulum endoplasma.
•          membran inti sel mempunyai porus yang berdiameter cukup besar sehingga dapat dilalui oleh molekul protein yang disintesa dalam inti sel.
Sitoplasma dan organel
•          Sel merupakan suatu kantong yang berisi cairan, enzim dan bahan kimia, serta mengandung struktur-struktur fisis yang tersusun dengan sangat sempurna, (disebut organel) dan sangat penting bagi fungsi sel. 
•          Misalnya tanpa adanya mitokhondria, maka  lebih dari 95 % energi yang disuplai oleh sel akan segera menghilang.
Sitoplasma mengandung berbagai bahan, yaitu globulus lemak netral, granula-granula glikogen, ribosome, granula sekretoris, dan lima macam organel terpenting (retikulum endoplasma, aparatus Golgi, mitokhondria, lisosom dan peroksisom).
•          DNA yang terdapat pada kromosom merupakan struktur double stranded (double helix) yang terdiri dari :
•          1) gugus posfat
•          2) gugus pentose (gula) yaitu deoksiribosa dan
•          3) basa nitrogen yaitu purine : adenine dan guanine; pirimidine : sitosine dan thymine.
•          Gugus posfat dan pentose membentuk struktur fisik DNA, sedangkan 4 basa yang berbeda ini membawa informasi genetik.
•          Pada DNA, adenin selalu berikatan dengan thymine dan guanin selalu terikat dengan sitosine.
•          DNA berlokasi pada inti sel sedang hampir semua aktifitas sel terjadi pada sitoplasma, maka dibentuklah RNA yang dapat berdifusi menuju sitoplasma untuk mengatur sintesa protein yang spesifik.
•          pembentukan RNA diatur oleh DNA melalui proses transkripsi.
Ø  3 jenis RNA yang dibentuk oleh DNA, dimana tiap jenis RNA mempunyai fungsi yang berbeda, yaitu : 
•          Messenger RNA (mRNA), berfungsi membawa kode genetik ke sitoplasma untuk mengatur sintesa protein.
•          Transfer RNA (tRNA) untuk transport asam amino menuju ribosom untuk digunakan menyusun molekul protein
•          Ribosomal RNA (rRNA) untuk membentuk ribosom bersama dengan 75 protein lainnya.
•          Bila molekul mRNA kontak dengan ribosom, maka akan dibentuklah molekul protein disepanjang ribosom.
•          Proses pembentukan protein ini disebut translasi. Jadi pada ribosom terjadi proses kimia penyusunan asam amino untuk membentuk protein.
•          ANATOMI DAN FISIOLOGI SEL
•          Secara anatomis sel dibagi menjadi 3 bagian, yaitu: 
1. Selaput Plasma (Membran Plasma atau Plasmalemma).
2. Sitoplasma dan Organel Sel.
3. Inti Sel (Nukleus). 
1. Selaput Plasma (Plasmalemma)
Yaitu selaput atau membran sel yang terletak paling luar yang tersusun dari senyawa kimia Lipoprotein (gabungan dari senyawa lemak atau Lipid dan senyawa Protein).
•          Lipoprotein ini tersusun atas 3 lapisan yang jika ditinjau dari luar ke dalam urutannya adalah:
Protein - Lipid - Protein Þ Trilaminer Layer
•          Lemak bersifat Hidrofebik (tidak larut dalam air)
•          protein bersifat Hidrofilik (larut dalam air); oleh karena itu selaput plasma bersifat Selektif Permeabel atau Semi Permeabel (teori dari Overton).
•          Selektif permeabel berarti hanya dapat memasukkan /di lewati molekul tertentu saja.
•          Fungsi dari selaput plasma ini adalah menyelenggarakan Transportasi zat dari sel yang satu ke sel yang lain.
•          Dinding Sel (Cell Wall yaitu satu struktur lagi yang letaknya di luar selaput plasma Khusus pada sel tumbuhan.
•          Selulosa yaitu penyusun Dinding sel terdiri dari dua lapis senyawa,
•          Lamel Tengah (Middle Lamel) yaitu bagian/rongga di antara kedua lapisan selulosa yang dapat terisi oleh zat-zat penguat seperti Lignin, Chitine, Pektin, Suberine dan lain-lain 
Noktah celah pada dinding sel tumbuhan .
•          Pada Noktah/Pit sering terdapat penjuluran Sitoplasma yang disebut Plasmodesma yang fungsinya hampir sama dengan fungsi saraf pada hewan.
•          2. Sitoplasma dan Organel Sel
•          Sitoplasma yaitu Bagian yang cair dalam sel
•          Nukleoplasma)khusus untuk cairan yang berada dalam inti sel
•          Organel Sel yaitu bagian yang padat dan memiliki fungsi tertentu.
•          Penyusun utama dari sitoplasma adalah air (90%), berfungsi sebagai pelarut zat-zat kimia serta sebagai media terjadinya reaksi kimia sel. 
Organel sel adalah benda-benda solid yang terdapat di dalam sitoplasma dan bersifat hidup(menjalankan fungsi-fungsi kehidupan).
•          Organel Sel tersebut antara lain : 
a. Retikulum Endoplasma (RE.)
Yaitu struktur berbentuk benang-benang yang bermuara di inti sel.
Dikenal dua jenis RE yaitu :
• RE. Granuler (Rough E.R)
• RE. Agranuler (Smooth E.R) 
Fungsi R.E. adalah : sebagai alat transportasi zat-zat di dalam sel itu sendiri. Struktur R.E. hanya dapat dilihat dengan mikroskop elektron.
b. Ribosom (Ergastoplasma)
•          Struktur ini berbentuk bulat terdiri dari dua partikel besar dan kecil, ada yang melekat sepanjang R.E. dan ada pula yang soliter.
•          Ribosom merupakan organel sel terkecil yang tersuspensi di dalam sel.
•          Fungsi dari ribosom adalah : tempat sintesis protein.
Struktur ini hanya dapat dilihat dengan mikroskop elektron.
c.       Miitokondria (The Power House)
Struktur berbentuk seperti cerutu ini mempunyai dua lapis membran.
Lapisan dalamnya berlekuk-lekuk dan dinamakan Krista
Fungsi mitokondria adalah sebagai pusat respirasi seluler yang menghasilkan banyak ATP (energi) ; karena itu mitokondria diberi julukan "The Power House". d. Lisosom
Fungsi dari organel ini adalah sebagai penghasil dan penyimpan enzim pencernaan seluler. Salah satu enzi nnya itu bernama Lisozym.
d.      Badan Golgi (Apparatus Golgi = Diktiosom) Organel ini dihubungkan dengan fungsi ekskresi sel, dan struktur ini dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop cahaya biasa
e.       Sentrosom (Sentriol)
Struktur berbentuk bintang yang berfungsi dalam pembelahan sel (Mitosis maupun Meiosis). Sentrosom bertindak sebagai benda kutub dalam mitosis dan meiosis.
Struktur ini hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop elektron.
F.  Plastida
Dapat dilihat dengan mikroskop cahaya biasa
Organel ini banyak dijumpai pada organ tubuh yang melaksanakan fungsi ekskresi, misalnya ginjal.
- Dikenal tiga jenis plastida yaitu :
1. Lekoplas 
(plastida berwarna putih berfungsi sebagai penyimpan makanan),
terdiri dari: • Amiloplas (untak menyimpan amilum) dan, • Elaioplas (Lipidoplas) (untukmenyimpan lemak/minyak). • Proteoplas (untuk menyimpan protein). 2. Kloroplas 
yaitu plastida berwarna hijau. Plastida ini berfungsi menghasilkan 
klorofil dan sebagai tempat berlangsungnya fotosintesis.
•          3. Kromoplas yaitu plastida yang mengandung pigmen, misalnya : • Karotin (kuning)
• Fikodanin (biru)
• Fikosantin (kuning) • Fikoeritrin (merah)
•           
g. Vakuola (RonggaSel) Beberapa ahli tidak memasukkan vakuola sebagai organel sel. Benda ini dapat dilihat dengan mikroskop cahaya biasa. Selaput pembatas antara vakuola dengan sitoplasma disebut Tonoplas.
Vakuola berisi :
• garam-garam organik
• glikosida
• tanin (zat penyamak)
• minyak eteris (misalnya Jasmine pada melati, Roseine pada mawar Zingiberine pada jahe)
• alkaloid (misalnya Kafein, Kinin, Nikotin, Likopersin dan lain-lain)
• enzim  dan butir-butir pati
•          Pada boberapa spesies dikenal adanya vakuola kontraktil dan vaknola non kontraktil.
hMikrotubulus
Berbentuk benang silindris, kaku, berfungsi untuk mempertahankan bentuk sel dan sebagai "rangka sel".
Contoh organel ini antara lain benang-benang gelembung pembelahan Selain itu mikrotubulus berguna dalam pembentakan Sentriol, Flagela dan Silia.
i. Mikrofilamen
Seperti Mikrotubulus, tetapi lebih lembut. Terbentuk dari komponen utamanya yaitu protein aktin dan miosin (seperti pada otot). Mikrofilamen berperan dalam pergerakan sel. 
j. Peroksisom (Badan Mikro)
Ukurannya sama seperti Lisosom. Organel ini senantiasa berasosiasi dengan organel lain, dan banyak mengandung enzim oksidase dan katalase (banyak disimpan dalam sel-sel hati).
3. Inti Sel (Nukleus) 
Inti sel terdiri dari bagian-bagian yaitu :
• Selapue Inti (Karioteka)
• Nukleoplasma (Kariolimfa)
• Kromatin / Kromosom 
• Nukleolus(anak inti).
Berdasarkan ada tidaknya selaput inti kita mengenal 2 penggolongan sel yaitu :
• Sel Prokariotik (sel yang tidak memiliki selaput inti), misalnya dijumpai
pada bakteri, ganggang biru.
• Sel Eukariotik (sel yang memiliki selaput inti).
•          Fungsi dari inti sel adalah : mengatur semua aktivitas (kegiatan) sel, karena di dalam inti sel terdapat kromosom yang berisi ADN yang mengatur sintesis protein.

MAKALAH “SOSIOLOGI PEDESAAN” POTENSI DI DESA TRUSMI KECAMATAN PLERED KABUPATEN CIREBON

MAKALAH POTENSI DI DESA TRUSMI
 KECAMATAN PLERED KABUPATEN CIREBON
“SOSIOLOGI PEDESAAN”


Makalah Ini Disusun Untuk Memenuhi Tugas
Mata Kuliah Sosiologi Pedesaan
Dosen Pembimbing : Dr. Iman Sungkawa, Ir. MM.





 LOGO KAMPUS









Di susun oleh :

KHUSNUL KHOTIMAH
NPM
AGRIBISNIS “ B ”





PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SWADAYA GUNUNG JATI
CIREBON
2015


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR………………………………………………………….
i
DAFTAR ISI……………………………………………………………………
ii
BAB I PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang ……….…………………………………………………….
1
B.  Rumusan Masalah…………………………………………………………..
2
C.  Tujuan dan Manfaat………………………………………,….…………….
2
BAB II DASAR TEORI………….……………………………………………
3
BAB III PEMBAHASAN

A.  Desa Trusmi……………….……………………………………………….
6
B.  Potensi Desa…..……………………………………………………………
7
C.  Perekonomian………………………………………………………………
9
D.  Permasalahan Yang Dihadapi……………………………………………...
10
E.   Cara Pemecahan atau Solusi……………………………………………….
12
F.   Konsep Pengembangan…………………………………………………….
13
BAB IV PENUTUP

A.  Kesimpulan………………………………………………………………..
14
B.  Saran……………………………………………………………………….
14
DAFTAR PUSTAKA



KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat, hidayah serta kekuatan sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan judul “POTENSI DI DESA TRUSMI”. Makalah ini disusun dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah Sosiologi Pedesaan.
Makalah ini berisi tentang :
a.   Potensi apa saja yang ada di Desa Trusmi ?.
b.   Bagaimana perkembangan perekonomian yang ada di Desa Trusmi?.
c.   Apa saja permasalahan yang ada di Desa Trusmi?.
d.   Bagaimana solusi dari permasalahan yang ada di Desa Trusmi ?.
e.   Bagaimana konsep pengembangan dari Desa  Trusmi?.
Ucapan terima kasih penyusun sampaikan kepada :
1.        Yth. Bapak Iman Sungkawa selaku Dosen mata kuliah Sosiologi Pedesaan, yang telah banyak membimbing dan memberikan ilmu pengetahuan kepada penulis.
2.        Orang tua saya, yang telah membesarkan dan mendidik saya. Saya mutlak berterima kaih dan sekaligus meminta maaf kepada beliau berdua, karena hanya dengan dukungan mereka berdualah saya dapat melanjutkan pendidikan saya hingga perguruan tinggi. Penulis menyadari, tanpa Beliau berdua, mustahil penulis bisa menjadi seperti sekarang. Begitu banyak pengorbanan yang Beliau berikan kepada penulis, dari kecil hingga saat ini.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan untuk perbaikan makalah ini.
Semoga makalah ini dapat bearmanfaat bagi pembaca sekalian.


Cirebon ,   Oktober 2015


  Penulis


 BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Desa, atau udik, menurut definisi universal, adalah sebuah aglomerasi permukiman di area perdesaan (rural). Di Indonesia, istilah desa adalah pembagian wilayah administratif di Indonesia di bawah kecamatan, yang dipimpin oleh Kepala Desa, sedangkan di Kutai Barat, Kalimantan Timur disebut Kepala Kampung atau Petinggi. Sejak diberlakukannya otonomi daerah Istilah desa dapat disebut dengan nama lain, misalnya di Sumatera Barat disebut dengan istilah nagari, dan di Papua dan Kutai Barat, Kalimantan Timur disebut dengan istilah kampung. Begitu pula segala istilah dan institusi di desa dapat disebut dengan nama lain sesuai dengan karakteristik adat istiadat desa tersebut. Hal ini merupakan salah satu pengakuan dan penghormatan Pemerintah terhadap asal usul dan adat istiadat setempat. menurut Sutardjo Kartodikusuma mengemukakan sebagai berikut: Desa adalah suatu kesatuan hukum dimana bertempat tinggal suatu masyarakat pemerintahan tersendiri. Menurut Bintaro, desa merupakan perwujudan atau kesatuan goegrafi ,sosial, ekonomi, politik dan kultur yang terdapat ditempat itu (suatu daerah), dalam hubungan dan pengaruhnya secara timbal balik dengan daerah lain.
Sedang menurut Paul H. Landis : Desa adalah penduduknya kurang dari 2.500 jiwa. Dengan ciri ciri sebagai berikut :
a) Mempunyai pergaulan hidup yang saling kenal mengenal antara ribuan jiwa.
b) Ada pertalian perasaan yang sama tentang kesukaan terhadap kebiasaan
c) Cara berusaha (ekonomi) adalah agraris yang paling umum yang sangat d). dipengaruhi alam seperti : iklim, keadaan alam ,kekayaan alam, sedangkan pekerjaan yang bukan agraris adalah bersifat sambilan. Dari defenisi tersebut, sebetulnya desa merupakan bagian vital bagi keberadaan bangsa Indonesia. Vital karena desa merupakan satuan terkecil dari bangsa ini yang menunjukkan keragaman Indonesia. Selama ini terbukti keragaman tersebut telah menjadi kekuatan penyokong bagi tegak dan eksisnya bangsa. Dengan demikian penguatan desa menjadi hal yang tak bisa ditawar dan tak bisa dipisahkan dari pembangunan bangsa ini secara menyeluruh.


B.      Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan suatu masalah sebagai berikut:
1.      Apa itu Desa Balapulang dan letak desa Trusmi ?
2.      Potensi apa saja yang ada di Desa Trusmi ?
3.      Bagaimana perkembangan perekonomian di Desa Trusmi ?
4.      Apa saja permasalahan yang ada di desa Trusmi ?
5.      Bagaimana solusi dari permasalahan yang ada di Desa Trusmi ?
6.      Bagaimana konsep pengembangan dari Desa Trusmi ?

C.      Tujuan dan Manfaat
1.    Tujuan
ü Untuk mengetahui apa itu Desa Trusmi dan letak desa Trusmi.
ü Untuk mengetahui potensi apa saja yang ada di Desa Trusmi.
ü Untuk mengetahui bagaimana perkembangan perekonomian yang ada di Desa
     Trusmi.
ü Untuk mengetahui apa saja permasalahan yang ada di Desa Trusmi.
ü Untuk mengetahui bagaimana solusi dari permasalahan yang ada di Desa Trusmi.
ü Untuk mengetahui bagaimana konsep pengembangan yang ada di Desa Trusmi.

2.    Manfaat
ü Dapat mengetahui apa itu Desa Trusmi.
ü Dapat mengetahui potensi apa saja yang ada di Desa Trusmi.
ü Dapat mengetahui bagaimana perkembangan perekonomian yang ada di Desa
    Trusmi.
ü Dapat  mengetahui apa saja permasalahan yang ada di Desa Trusmi.
ü Dapat mengetahui bagaimana solusi dari permasalahan yang ada di Desa Trusmi.
ü Dapat mengetahui bagaimana konsep pengembangan yang ada di Desa Trusmi.








BAB II
DASAR TEORI

Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa, disebut bahwa Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat, berdasarkan asal-usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Desa bukanlah bawahan kecamatan, karena kecamatan merupakan bagian dari perangkat daerah kabupaten/kota, dan desa bukan merupakan bagian dari perangkat daerah. Berbeda dengan Kelurahan, Desa memiliki hak mengatur wilayahnya lebih luas. Namun dalam perkembangannya, sebuah desa dapat dirubah statusnya menjadi kelurahan.
Kewenangan desa adalah :
·  Menyelenggarakan urusan pemerintahan yang sudah ada berdasarkan hak asal usul desa
·  Menyelenggarakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan kabupaten/kota yang diserahkan pengaturannya kepada desa, yakni urusan pemerintahan yang secara langsung dapat meningkatkan pelayanan masyarakat.
·  Tugas pembantuan dari Pemerintah, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Kabupaten/Kota.
·  Urusan pemerintahan lainnya yang diserahkan kepada desa.

Menurut Bintarto dalam bukunya Pengantar Geografi Desa (1977) menulis bahwa desa yaitu perwujudan geografis, sosial, ekonomis, politis, dan cultural yang ada di situ, dalam hubungannya dan pengaruh timbal balik dengan daerah lainnya.
Ciri-ciri desa :
· Perbandingan lahan dengan manusia cukup besar
· Lapangan kerja agraris
· Antar warga akrab
· Masyarakat memegang tradisi
· Masyarakat religius
· Sifat gotong royong masih kental
Unsur-unsur desa :
·      Daerah meliputi ; lokasi, keadaan air, luas, keadaan tanah, bentuk lahan dan sebagainya.
·      Penduduk meliputi : jumlah, komposisi, kepadatan, tingkat kelahiran atau kematian, dan sebagainya.
·      Tata kehidupan meliputi : adat istiadat, sistem pergaulan, pola-pola budaya dan sebagainya.

Fungsi desa sebagai berikut :
1.Desa sebagai Hinterland (pemasok kebutuhan bagi kota)
2.Desa merupakan sumber tenaga kerja kasar bagi perkotaan
3.Desa merupakan mitra bagi pembangunan kota
4.Desa sebagai bentuk pemerintahan terkecil di wilayah Kesatuan Negara Republik  Indonesia.

Klasifikasi desa
1)   Berdasarkan potensinya, wilayah pedesaan dalam garis besarnya dapat di bagi menjadi tiga kelompok, yaitu:
a.Wilayah desa yang berpotensi tinggi, menempati lahan pertanian yang subur dan topografi yang datar atau agak miring, di lengkapi dengan fasilitas irigasi teknis.
b.Wilayah desa yang berpotensi sedang, menempati lahan pertanian yang agak subur dengan topografi yang tidak merata, dengan fasilitas irigasinya sebagian teknis dan sebagian semiteknis.
c.Wilayah desa yang berpotensi rendah, menempati lahan yang tidak subur dengan relief atau topografi berbukit, kesulitan mendapatkan air.
2)   Berdasarkan tingkat kemampuan potensi-potensi yang di miliki, desa dapat di klasifikasikan sebagai berikut:
a.    Desa Swadaya ( tradisional )
Yaitu wilayah pedesaan yang hampir seluruh masyarakatnya memenuhi kebutuhan dengan mengusahakan sendiri, bahkan jarang atau tidak pernah kontak dengan masyarakat luar, sehingga proses kemajuan lamban. Potensi sumber daya tidak berkembang. Kondisi sedemikian dialami desa-desa terpencil di pedalaman.
b.    Desa Swakarya ( transisi )       
Yaitu desa yang dapat mengembangkan potensi yang ada dan dapat memenuhi kebutuhan sendiri, kelebihan produksi yang di hasilkan dapat di jual ke daerah lain dan dapat mengembangkan potensi alam, walaupun belum maju.
c.    Desa Swasembada ( maju )
Yaitu desa yang dapat mengembangkan potensi secara optimal dan dapat menerapkan teknologi baru untuk memenfaatkan sumber daya yang di miliki, sehingga proses pembangunan dapat berjalan dengan baik.

Pola persebaran dan pemukiman desa menurut R Bintarto (1977) sebagai berikut:
1.    Pola Radial
2.    Pola Tersebar
3.    Pola memanjang sepanjang pantai
4.    Pola memanjang sepanjang sungai
5.    Pola memanjang sepanjang jalan
6.    Pola memanjang sejajar dengan jalan kereta api

























BAB III
PEMBAHASAN

A.    Desa Trusmi
Balapulang Kulon adalah salah satu desa di Kecamatan Balapulang, Tegal, Jawa Tengah, Indonesia dan merupakan ibu kota dari kecamatan tersebut. Pada zaman penjajahan Belanda wilayah ini merupakan salah satu penghasil gula tebu, namun sekarang pabrik gula tersebut telah lama berhenti beroperasi.
Balapulang merupakan kota kecamatan yang memiliki sarana dan prasarana yang memadai,salah satunya sarana transportasi yang menghubungkan desa/kecamatan satu dengan yang lain.contohnya angdes daan angkot  plered – gunungsari , sumber- plered , plered – palimanan, beberapa angkutan umum lainnya yang melintas disentral dan delman dengan cirri khas plered trusmi . Dengan bertambahnya koperasi angkutan desa, kegiatan masyarakat di kecamatan Plered Desa Trusmi sekitarnya terasa aman,lancar,dan efisien.
Letak geografis
Desa Trusmi kecamatan plered berdiri disuatu pedesaan berada di jalur pantura pada ketinggian ± 300 m dpl. Berjarak ± 130 km kearah selatan dari Kota Kuningan dan bisa dicapai dengan bus antar kota dalam propinsi jurusan Cirebon Jakarta , Cirebon Bandung , Cirebon Bekasi dan sebagainya. Sebelah utara berbatasan dengan laut jawa, sebelah timur dengan Kota Brebes. Desa trusmi diapit oleh beberapa desa yaitu sebelah barat dengan tegalsari, sebelah timur dengan panembahan, sebelah utara dengan kecamatan weru dan sebelah selatan dengan desa sarabau. Sebagian wilayahnya merupakan daerah pemukiman yang padat, Kawasan Ekonomi berupa pasar tradisional dan ruko, dan dikelilingi oleh persawahan dengan produktivitas teknis yang makmur. Berbagai bidang industri terdapat di desa trusmi seperti meubel dan batik yang khas dimiliki oleh trusmi tak sedikit wisatawan yang dating untuk berkunjung dan mengindahkan batik trusmi selain wisatawan domestik menyukai batik dan motifnya. Wisatawan luar negeripun tak enggan untuk membeli dan menyatakan indahnya motif batik trusmi. motif batik yang terkenal ini sampai ke mancanegara asalah motif batik megamendung. Proses pembuatan dengan keahlian tangan terampil dan motif yang khas membuat batik ini bernilai seni tinggi dan diminati masyarakat internasional. Slah satu bukti eksistensi batik di desa trusmi adalah peninggalan gedung tua Koperasi batik Indonesia (GKBI) yang sampai saat ini masih berdiri kokoh dan megah.

B.     Potensi Desa
Potensi desa adalah kemampuan yang dapat dikembangkan dalam pembangunan suatu desa. Potensi desa mencakup keadaan alam dan manusia yang ada di dalamnya beserta hasil-hasil kerja manusianya. Potensi suatu desa terdiri atas komponen alam da komponen manusia.
Program pembangunan desa merupakan salah satu usaha pemerintah dalam meningkatkan taraf hidup dan kesehjateraan masyarakat di lingkungan pedesaan. Adapun tujuannya yaitu sebagai berikut :
1.  Meletakkan landasan yang kokoh bagi mansyarakat.
2. Berkembang atas kekuatan dan kemampuan sendiri di dalam melaksanakan pembangunan desanya.
Berdasarkan potensi dan masalah-masalah yang diteui dalam pembangunan pedesaan, maka pembangunan pedesaan dilaksanakan dengan prinsip-prinsip sebagai berikut :
a. Dinamis dan berkelanjutan
b. Menyeluruh , terpadu dan terkoordnasi
c. Terdapat keseimbangan yang serasi antara kewajiban pemerintah dan kewajiban masyarakat
Berdasarkan prinsip-prinsip pembagunan desa tersebut, maka kebijaksanaan pembangunan desa disususn berdasarkan pokok-pokok kebijaksanaan sebagai berikut:
a. Pemgembangan tata desa yang teratur dan serasi
b. Peningkatana kehidupan ekonomi yang kooperatif.
c. Pemanfaatan sumber daya manusia dan ponetis alam yang ada
d. Pemenuhan kebutuhan masyarakat yang esesnial
e. Peningkatan prakarsa dan swadaya gotong royong masyarakat.





1.    SDA (Sumber Daya Alam)
Sumber Daya Alam (biasa disingkat SDA) adalah potensi sumber daya yang terkandung dalam bumi (tanah), air, dan dirgantara yang dapat didayagunakan untuk memenuhi kebutuhan dan kepentingan manusia. Sumber daya alam di antaranya
yaitu:
a.    Air
Air merupakan kebutuhan utama makhluk hidup. Air yang ada telah di manfaatkan sebaik mungkin, di antaranya di gunakan untuk minum, mandi dan mencuci. air bermanfaat juga:
1.      sebagai sarana transportasi
2.      sebagai sarana wisata/rekreasi
3.      sebagai sarana irigasi/pengairan
4.      sebagai PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air)
Tetapi di Desa Trusmi air hanya dimanfaatkan untuk minum, mandi, mencuci dan  irigasi atau pengairan.
b.    Udara
Udara yang bergerak dan berpindah tempat disebut angin. Lapisan udara yang menyelimuti bumi disebut atmosfer. Lapisan Ozon berfungsi untuk melindungi bumi dari sinar ultraviolet yang dipancarkan oleh matahari. Angin dapat dimanfaatkan juga sebagai sumber energi dengan menggunakan pembangkit listrik kincir angin.
c.    Tanah
Tanah adalah lapisan kulit bumi bagian atas yang terbentuk dari pelapukan batuan dan bahan organik yang hancur oleh proses alamiah. Tanah banyak dimanfaatkan untuk menanam sumber daya alam pertanian. Pertanian meliputi tanaman untuk makanan pokok, seperti padi. Palawija terdiri dari ubi-ubian dan kacang-kacangan; dan holtikultura yang meliputi berbagai jenis sayuran dan buah-buahan. Dan sebagian lainnya digunakan untuk lahan pemukiman.
d.   Hewan
Oleh masyarakat desa sumingkir, hewan telah di manfaatkan sebaik mungkin yaitu dengan cara di ternak.hewan yang di ternakan  di desa trusmi di antaranya, sapi, kerbau, kambing dan ayam.



e.    Tumbuhan
·      Pertanian
Pertanian di desa trusmi menghasilkan berbagai macam tumbuhan, antara lain padi, jagung, dan palawija ( kacang-kacangan dan cabai ).
·      Perkebunan
Jenis tanaman yang ada di desa trusmi yaitu kelapa, jati, dll.

2.    SDM (Sumber Daya Manusia)
Sumber daya manusia atau biasa disingkat menjadi SDM potensi yang terkandung dalam diri manusia untuk mewujudkan perannya sebagai makhluk sosial yang adaptif dan transformatif yang mampu mengelola dirinya sendiri serta seluruh potensi yang terkandung di alam menuju tercapainya kesejahteraan kehidupan dalam tatanan yang seimbang dan berkelanjutan.
Menurut sensus 2010, Di kecamatan plered trusmi berpenduduk 81092 orang, jumlah laki-laki 40211 orang, jumlah perempuan 40881 orang.
Sedangkan di desa balapulang sendiri penduduk berjumlah sekitar 4885 orang, jumlah laki-laki sekitar 2568 orang dan jumlah perempuan 2317.
·       Belum produktif ( <  15 th ) = 1252 orang
·       Produktif ( 15 – 60 th ) =  2893 orang
·       Non produktif ( > 60 ) = 740 orang
Jadi dapat disimpulkan bahwa di Desa trusmi lebih banyak orang yang berusia produktif atau lebih banyak orang yang sudah bisa bekerja daripada usia nonproduktif.

C.      Perekonomian
Masyarakat Balapulang berprofesi sebagai petani, peternak, pengrajin furniture kayu jati, pedagang, pegawai negeri / TNI / Polisi / swasta dan sebagian merantau ke kota besar lainnya di Indonesia. Dengan melambungnya harga kayu jati sebagai bahan mentah untuk furniture banyak home industri di bidang ini yang mati suri, karena harga jual produk tidak dapat menutup biaya produksi. Sehingga banyak warga yang berprofesi dibidang ini pergi merantau kedaerah lain seperti Jakarta, Bandung dan lain lain. Penggerak roda ekonomi lainnya adalah perdagangan di pasar tradisional yang cukup ramai terutama pada hari pasaran Manis / Legi menurut sistem Kalender Jawa.                                                                                                                                                                                                                                                                        
Pertanian di desa trusmi cukup baik. Ada sekitar 257 orang bermata pencaharian sebagai petani. Rata-rata mereka menanam padi, jagung dan palawija ( kacang-kacangan dan cabai), Di desa trusmi sedikit yang mempunyai kolam untuk usaha perikanan. Ikan yang dipelihara di antaranya: Ikan Mas, Mujaer, Gurameh, dan Lele. Ada banyak orang masyarakat Desa trusmi yang bermata pencaharian sebagai buruh. Ada yang sebagai buruh tani dan ada juga yang bermata pencaharian sebagai karyawan pabrik, tukang becak, tukang cukur rambut, dll.

D. Permasalahan Yang Dihadapi
1.    Kesehatan
Masyarakat di Desa Trusmi ini masih belum memperhatikan kesehatan mereka masing-masing. Tapi tidak semua masyarakat Desa Trusmi belum memperhatikan kesehatan. Mereka tidak berpikiran atau tidak mempedulikan kesehatannya. Tapi ada juga yang sudah memperhatikan kesehatan tapi hanya segelintir orang saja. Masyarakat yang belum memperhatikan kesehatan umumnya mereka yang berpendidikan rendah dan yang kurang mampu. Sebenarnya mereka mengetahui tentang pentingnya kesehatan. Masyarakat biasanya berobat ke puskesmas atau rumah sakit, apabila sakit yang di alami sudah mulai parah. Padahal menjaga kesehatan sangatlah mudah daripada mengobati.

2.    Pendidikan
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.
Pendidikan merupakan suatu ilmu yang kita pelajari. Dengan adanya pendidikan kita dapat mempelajari dan mengetahui tentang ilmu-ilmu yang penting. Pendidikan sangat penting kita dapatkan, karena jika kita tidak mengetahui dan mendapatkan ilmu kita akan mudah di tipu dan dipermainkan oleh orang. Pendidikan merupakan hal yang terpenting dalam kehidupan kita,ini berarti bahwa setiap manusia berhak mendapat dan berharap untuk selalu berkembang dalam pendidikan.
Tapi pendidikan di desa Trusmi sudah lumayan baik, sudah ada peningkatan mutu pendidikan. namun ada sebagian masyarakat yang menganggap kalau melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi itu hanya membuang waktu saja, toh akhirnya juga akan bekerja. Semua itu karena para masyarakat tidak mengetahui betapa pentingnya pendidikan dalam menjalani kehidupan.

3.    Teknologi
Dalam memasuki Era Industrialisasi, pencapaiannya sangat ditentukan oleh penguasaan teknologi karena teknologi adalah mesin penggerak pertumbuhan melalui industri. Oleh sebab itu, tepat momentumnya jika kita merenungkan masalah teknologi, menginventarisasi yang kita miliki, memperkirakan apa yang ingin kita capai dan bagaimana caranya memperoleh teknologi yang kita perlukan itu, serta mengamati betapa besar dampaknya terhadap transformasi budaya kita.Sebagian dari kita beranggapan teknologi adalah barang atau sesuatu yang baru. padahal, kalau kita membaca sejarah, teknologi itu telah berumur sangat panjang dan merupakan suatu gejala kontemporer. Setiap zaman memiliki teknologinya sendiri.
Pada zaman sekarang teknologi sudah sangat modern bagi masyarakat, semua orang telah dimudahkan dengan teknologi yang ada. Di Desa Trusmi ini, teknologi yang dipunyai yaitu semi modern (menuju ke modern). Karena masyarakat di Desa Trusmi ini pendidikannya sedikit ada yang masih rendah sehingga masyarakat tidak mengetahui bagaimana cara memanfaatkan teknologi itu, tapi ada juga masyarakat yang sudah memanfaatkan teknologi, diantaranya oleh para petani yang dulunya membajak sawah dengan memanfaatkan hewan sekarang telah ada yang menggunakan traktor sehingga dapat menyingkat waktu. Selain itu, teknologi komunikasi juga sudah dimanfaatkan sebaik mungkin, rata-rata masyarakat Trusmi sudah mempunyai handphone. Ada pula orang yang bisa teknologi tapi menyalahgunakan teknologi tersebut.

4.    Pekerjaan
Rata-rata masyarakat di Desa Trusmi bermata pencaharian sebagai Masyarakatnya sebagian berprofesi menjadi petani, peternak, pengrajin furniture kayu jati, pedagang, pegawai negeri / TNI / Polisi / swasta dan sebagian merantau ke kota besar lainnya di Indonesia. Ada juga yang menjadi buruh,baik buruh tani atau pun sebagai buruh di Industri kompos. Itu dikarenakan mereka berpendidikan rendah sehingga cuma ada mereka berpendidikan rendah sehingga cuma ada lapangan mereka  sebagai buruh saja yang mau menerima mereka. Selain karena berpendidikan rendah, juga mereka tidak mempunyai modal untuk membuat lapangan usaha sendiri.

E.       Cara Pemecahaan Atau Solusi
Semua desa baik itu maju maupun berkembang pastilah mempunyai permasalahan yang harus diatasi dan diberikan solusi, tidak ada permasalahan yang mempunyai solusi.
·      Kesehatan
Masyarakat di Desa Trusmi masih belum memperhatikan kesehatan. Agar mereka memperhatikan kesehatan. Sebaiknya ada penyuluhan dan sosialisasai yang dilakukan oleh suatu lembaga tentang pentingnya menjaga kesehatan. Sosialisasi itu tidak hanya menerangkan bagaimana cara memperhatikan kesehatan tapi didalam sosialisasi ini harus ada yang memberikan contoh bagaimana cara memperhatikan kesehatan
·      Pendidikan
Tidak hanya tentang kesehatan, tentang Pendidikan yang masih rendah di Desa Trusmi perlu di adakan sosialisasi yang menerangkan  bahwa pendidikan sangatlah penting.dan bahwa pemerintah telah mewajibkan belajar 12 tahun dengan biaya gratis. Masyarakat harus memanfaat peraturan pemerintah ini.
·      Teknologi
Di Desa Trusmi belum semua masyarakat dapat memanfaatkan teknologi dengan baik.Dengan masalah ini desa harus memberi pelatihan tentang teknologi yang sudah modern. Sehingga masyarakat Desa Trusmi mampu memanfaatkan teknologi dengan sebaik mungkin.
·      Pekerjaan
Sebagian besar penduduk Desa Trusmi bermata pencaharian sebagai petani. Karena tidak semua petani dapat memanfaatkan teknologi,maka perlu diadakan pelatihan tentang teknologi pertanian agar para buruh bisa bekerja dengan waktu yang singkat dan tidak mengeluarkan biaya yang mahal.





F.       Konsep Pengembangan
Desa Trusmi merupakan desa yang tergolong sebagai desa sedang  berkembang karena untuk menjadikan desa Trusmi menjadi desa yang maju, maka pemerintah desa harus memikirkan bagaimana agar desa Balapulang ini bisa menjadi maju dengan cara memanfaatkan potensi desa yang ada. Dan perlu  diadakan sosialisasi, pendampingan serta konsultasi agar benar dan tepat. Dan pemerintah desa harus membuat koperasi yang mampu memberikan permodalan kepada orang yang tidak mempunyai modal.
·      Peternakan
Umumya mereka berternak  hanya untuk simpanan-simpanan saja, berternak hanya untuk simpanan saja, bukan untuk dimanfaatkan sebaik mungkin. Dalam hal ini pemerintah desa harus mengadakan sosialisssi pendampingan dan konsultasi tentang bagaimana cara memanfaatkan ternak yang mereka punya dan bagaimana cara berternak yang baik, agar ternak yang mereka kelola dapat  bernilai mahal dipasaran.
·       Perikanan
Di Desa Trusmi ini masing-masing tidak harus banyak yang berternak ada juga yang mempunyai kolam ikan. Agar hasil panen ikan mereka banyak dan bernilai tinggi di pasaran. Pemerintah desa harus mengadakan sosialisasi, pendampingan dan konsultasi tentang bagaimana cara beternak ikan yang baik agar ikan tidak terkena penyakit sehingga hasil panen ikan akan berlimpahdan bernilai  tinggi dipasaran serta diadakan pelatihan tentang tehnologi yang dapat  dimanfaatkan dalam perikanan.
·      Pertanian
Di Desa Trusmi ini sebagian besar masyarakat bermata pencaharian sebagai petani.umunya para petani menanam padi,  untuk meningkatkan semangat para petani. Pemerintah desa perlu melakukan pendekatan pengelolaan tanaman terpadu dengan melakukan sosialisasi, pendampingan serta konsultasi tentang teknologi yang dapat membantu dalam urusan pertanian, seperti traktor dapat membantu petani dalam membajak sawah sehingga menghemat waktu, serta memperkenalkan bibit yang unggul serta  pupuk yang  tepat  dan benar, serta diberi  pengarahan tentang  bagaimana cara mengairi sawah agar tidak terjadi konflik antara petani yang satu dengan yang lain.

BAB IV
PENUTUP

A.      Kesimpulan
Menurut Bintaro, desa merupakan perwujudan atau kesatuan goegrafi ,sosial, ekonomi, politik dan kultur yang terdapat ditempat itu (suatu daerah), dalam hubungan dan pengaruhnya secara timbal balik dengan daerah lain.
Potensi desa adalah kemampuan yang dapat dikembangkan dalam pembangunan suatu desa. Potensi desa mencakup keadaan alam dan manusia yang ada di dalamnya beserta hasil-hasil kerja manusianya. Potensi suatu desa terdiri atas komponen alam da komponen manusia.
Sumber daya alam (biasa disingkat SDA) adalah potensi sumber daya yang terkandung dalam bumi (tanah), air, dan dirgantara yang dapat didayagunakan untuk memenuhi kebutuhan dan kepentingan manusia
Sumber daya manusia atau biasa disingkat menjadi SDM potensi yang terkandung dalam diri manusia untuk mewujudkan perannya sebagai makhluk sosial yang adaptif dan transformatif yang mampu mengelola dirinya sendiri serta seluruh potensi yang terkandung di alam menuju tercapainya kesejahteraan kehidupan dalam tatanan yang seimbang dan berkelanjutan.
Trusmi merupakan kota kecamatan yang memiliki sarana dan prasarana yang memadai,salah satunya sarana transportasi yang menghubungkan desa/kecamatan satu dengan yang lain.
Jadi apabila masyarakat desa sudah  mengetahui potensi apa saja yang ada di desa mereka maka masyarakat akan lebih mudah. Mengetahui bagaimana cara memanfaatkan potensi yang ada di desa mereka sebaik mungkin.

B.       Saran
Saran yang saya ajukan adalah sebaiknya pemerintah daerah harus bisa lebih cermat dalam menghadapi situasi yang ada di daerahnya. Setelah membaca dan menghayati makalah tersebut diharapkan para pembaca  senantiasa mau memanfaatkan potensi yang  ada di desa mereka sebaik mungkin sehingga dapat menguntungkan desa mereka. Potensi desa bisa memajukan desa itu sendiri.


DAFTAR PUSTAKA


id.wikipedia.org/wiki/Desa diakses pada tanggal 22 Oktober 2015
id.wikipedia.org/wiki/Trusmi_Plered_Cirebon diakses pada tanggal 22 Oktober 2015